Rabu, 08 April 2009

tanpa tempat tinggal di dalam hutan (2)










Keluarga ini pindah ke kawasan asalnya yang masih di dalam hutan. Rumahnya yang dulu dibuatkan ramai-ramai dijualnya untuk kembali ke kampungnya dan untuk membuat rumah yang sama sederhanya. Tetangganya merasa kasian dengan nasib keluarga ini. Jika dahulu dibenci maka sekarang tidak lagi. Para tetangga berpikir, kalau kekuatannya seperti ini maka kasian juga. Jadilah mereka tetangga yang rukun meski dendam itu masih membekas.

Pada tanggal 15 Maret 2009, kepala keluarga ini kumat hernianya. Diduga parah sebab sampai keluar darah dari kemaluannya. Saya beserta beberapa teman mengusahakan JPS untuk operasi hernia. Pertama Bapak ini tidak mau dioperasi tetapi tekad teman-teman menguatkannya untuk mau menjalani operasi.

Selama menunggu dioperasi, Bapak ini berada di sal di RSU Kab. Ngawi yang keadaannya kumuh. Pelayanan sangat kurang dan pegawai rumah sakit tidak bekerja dengan sepenuh hati. Kebutuhan sehari-hari seperti buang air kecil dan besar bahkan dilakukan keluarga pasien lain dalam 1 sal. Sedangkan keluarga ini, karena istri dan anaknya yang kondisinya tidak memungkinkan maka ini-itu untuk kebutuhan si Bapak masih dibantu keluarga pasien lain dalam 1 sal.

Selama di rumah sakit, kambing keluarga ini, hasil sumbangan donatur, dititipkan ke Pak Kamituo, sedangkan pakan diusahakan anak Bapak ini. Sedangkan di rumah sakit, Bapak ini ditemani isrtiya dan seorang penjaga yang diusahakan seorang teman.

Tanggal 24 Maret 2009, Bapak ini dioperasi dan tanggal 31 Maret 2009 pulang dari RSU. Betapa masih banyak donatur yang terlibat hingga saat ini sehingga keluarga ini siap lepas ketika lukanya sembuh dan boleh kembali bekerja.








Anton Nur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar