

Kami (saya dan penduduk hutan Dusun Gunung Rambut Ngawi) membuat pakan ternak untuk percontohan dengan penduduk. Pakanternak sekitar 2 ton untuk persediaan selama 4 bulan. Jerami fermentasi.Pupuk organik sudah jalan, dan nunggu untuk dituangkan ke lahan pertanianyang disediakan secara sukarela oleh petani.Semua ini akan menjadi sarana bagaimana petani belajar tentang pertanian,melakukannya secara sendiri, menganalisa secara sendiri, dan menentukanpilihan mau memakai, menerapkan, membuang, atau menyempurnakannya. Maklum mereka petani marginal.Setelah ini, kami mau produksi 30 ton, bahannya sudah ada, sebagianngambilnya di Getas, Jawa Ttengah. Semua tanpa biaya selain stater komposnya.Petani hutan merasa senang dan merasa lebih berharga. Mereka lalubercerita tentang mencuri kayu. Pertanyaan saya tentang mencuri kayu ini timbulsewaktu kami mengambil serbuk gergaji di daerah Getas.Di sana saya nggak boleh bawa foto karena sehari sebelumnya adapenggledahan. Mereka mengatakan bahwa pencurian kayu tidak akan berhentisampai kayunya habis. Mereka menyebut oknum petugas yang mengajak pendudukmencuri. Penduduk difasilitasi dengan sepatu karet milik perhutani.Pendudukjuga melakukan pencurian meski ada operasi gabungan. Mereka memakaiistilah "njajal" (mencoba) petugas. Jika dibiarkan mereka akan mencuri terus. Adajuga istilah "mageri", mereka memakai ilmu klenik untuk mencuri kayu.hasilnya bagus, mereka tidak ketahuan. Apa yang menarik dari mereka adalahbahwa ketika saya ajukan pertanyaan bagaiaman kalau ada bagi hasilpengelolaan hutan (kayu) mereka mengatakan hal itu tidak akan jalan.Pertama, sebab tuntutan mereka sebetulnya tidak muluk-muluk. JAdi, kalauprogram Perhutani yang sudah ada itu jalan, maka penduduk sudah senang.Misalnya terkait dengan pemeliharaan hutan sekitar memtong dahan kayu jatiatau pemberian pupuk atau yang lain lagi tercatat dicatatan saya sampai 15kegiatan. Kedua, tuntutan itu tuntutan dari luar yang nilai yang dianutnyaadalah ekonomi. Ketiga, petani merasa akan ditipu saat pembagian,mengingat Perhutani sekarang serba tertutup.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar